- oleh baznas
- 28 Agustus 2023 08:58:27
- 1900 views
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo melakukan audiensi dengan DPRD setempat, Senin (06/09/2022). Audiensi diterima Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE, Wakil Ketua I H Ponimin Budi Hartono SE MM, Wakil Ketua Komisi IV Suharto, Sekretaris Komisi IV Istana SH MIP, serta anggota Jeni Widiatmoko, Agus Supriyanta, dan Ratna Purwaningsih SPd.
Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo Akhid Nuryati SE minta agar Baznas ikut berperan dalam mengentaskan kemiskinan. Menyusul angka kemiskinan di Kulonprogo masih tinggi yakni 18,38 persen. "Kita itu angka kemiskinan tertinggi di DIY, namun di sisi lain pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS)-nya tertinggi dari kabupaten/kota se-DIY. Kami minta Baznas berperan mengentaskan kemiskinan," ungkap Akhid.
Dikatakan Akhid, kita kesulitan dengan dana APBD, maka Baznas merupakan salah satu solusinya dalam penanganan seperti bencana, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta lainnya. Karena APBD terkendala aturan. "Meski begitu, kita juga harus mengerti bahwa Baznas mempunyai aturan dalam penyaluran dan SOP-nya," ungkapnya.
Akhid menyoroti pula masih kurangnya edukasi terhadap masjid-masjid terkait penghitungan zakat mal. "Ini perlu ditingkatkan untuk edukasi penghitungannya, agar masyarakat/muzaki yang menyetorkan zakat malnya melalui masjid bisa jelas," ujar Akhid.
Berbagai pertanyaan dan saran terungkap dalam audiensi tersebut. Seperti diutarakan Istana Sekretaris Komisi IV, adanya laporan persemester dari Baznas, maka perlunya literasi membaca. "Terima kasih atas laporan semesterannya, ini bentuk ketransparanan. Sedangkan terkait mengurangi kemiskinan, perlu diurai, bila program dari Dinsos tidak tepat sasaran, maka Baznas bisa mengedukasinya," tandas Istana.
Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat menuturkan dalam membantu mengentaskan kemiskinan, Baznas sudah banyak berperan. "Kami membantu bedah rumah, setiap Jumat ada Safari Jumat yang rangkaiannya ada bantuan untuk tambahan modal bagi warga miskin sekitar masjid, adapula pemberdayaan UMKM, dan sebagainya," ucap Alfan.
