Baznas Harus Responsif dan Jangan Mbirokrat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo harus bisa lincah dan responsif dalam mengatasi segala situasi. Untuk itu Baznas jangan mbirokrat, agar aturannya tidak rumit.

Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Kulon Progo Drs Tri Saktiyana MSi ketika menerima audiensi Pengurus Baznas setempat di Ruang Menoreh, Jumat (26/08/2022). Hadir semua Pimpinan dan Pelaksana Baznas Kulon Progo, Asda 1 Setda, Kadinas Disdikpora, Bappeda, Kemenag, Inspektorat Daerah (Irda), serta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

Tri Saktiyana juga mengapresiasi kecepatan Baznas dalam penyaluran bantuan untuk bedah rumah, bencana dan lainnya. "Terutama bencana, bisa cepat tersalurkan. Kiprah semakin bagus dan kerja sama dengan pemkab juga erat," ucapnya yang berharap Baznas tidak mbirokat, karena jangan sampai kemampuan yang fleksibel terganggu gara-gara terlalu dekat dengan birokrat, dan juga tidak berpolitik.

Diuraikan pula oleh Tri , bahwa sebagai organisasi publik maka dituntut dapat memenuhi lima hal yakni pertama, kemampuan regulasi untuk mengatur diri sendiri dan lingkungan kegiatan. "Kami ingin Baznas harus lincah, untuk Standard Operating Procedure (SOP) dibuat sendiri saja kalau dibantu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nanti malah ruwet," ujarnya.

Selain itu, lanjut Tri, kemampuan kedua adalah ekstratif, mengambil sumber daya untuk menunjang tugas pokoknya. Ketiga, kemampuan distributif, disalurkan waktu dan jumlahnya tepat. Keempat, kemampuan responsif menanggapi situasi berubah cepat, ada bencana langsung ke lokasi dan memberi bantuan. Dan terakhir, kemampuan simbolik, yakni membangun citra. "Saat ini Baznas citranya positif, bagus dan harus selalu positif. Kecepatan menangani masalah, ketulusan, kemampuan berkomunikasi harus diperhatikan pula," ucapnya.

Disampaikan Ketua Baznas Kulon Progo H Alfanuha Yushida MPMat, Pengurus Baznas saat ini adalah kepengurusan baru, yang dilantik 14 April 2022. Untuk pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) Januari hingga Juli 2022 terkumpul Rp 7 Miliar lebih, terdiri Zakat Rp 6,3 M dan Infak Rp 732,4 juta. "Sedangkan penyaluran mencapai Rp 5,7 M untuk program Kulonprogo Sehat, Kulonprogo Takwa, Kulonprogo Peduli, Kulonprogo Makmur, dan Kulonprogo Cerdas," tambah Alfanuha.