- oleh baznas
- 28 Agustus 2023 08:58:27
- 550 views
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo bekerjasama Rumah Sehat Baznas (RSB) Yogyakarta dan Puskesmas Samigaluh II, memberikan bantuan untuk ibu hamil dari RSB dan Batuta Stunting dari Baznas Kulon Progo.Penyerahan bantuan dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Fajar Gegana, Ketua Baznas Kulon Progo Drs H Abdul Madjid, dan lainnya, Rabu (13/10/2021) di Aula Puskesmas Samigaluh II.
Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuran tinggi/panjang/berat badan oleh RSB Yogyakarta, Kampanye Makbyur (makan buah dan sayur) oleh Puskesmas Samigaluh II, serta penyampaian materi sosialisasi stunting dan capaian program gizi Samigaluh II oleh Kepala Puskesmas Samigaluh II dr Tari Astuti.
Dikatakan Fajar Gegana, di Kulon Progo gambaran stunting pada balita dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2018 ada 14,31 persen dan tahun 2019 sejumlah 12,57 persen (3.157 balita), sedangkan angka stunting pada tahun 2020 ada 11,80 persen (2.535 balita). "Pemkab berterima kasih pada Baznas Kulon Progo, Rumah Sehat Baznas Yogyakarta atas bantuannya bagi anak stunting dan ibu hamil. Juga kepada Puskesmas Samigaluh II dalam upaya menangani masalah stunting. "Kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, karena persoalan stunting ini adalah persoalan kita bersama," ujarnya.
Ketua Baznas Kulon Progo Drs H Abdul Madjid menyampaikan, pemberian bantuan dari Baznas untuk batuta stunting dan ibu hamil oleh RSB merupakan salah satu bentuk kepedulian dalam program "Kulonprogo Sehat". "Kami ikut membantu mendukung program pemerintah tentang penurunan stunting tersebut," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Samigaluh II dr Tari Astuti menerangkan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. "Penyebab stunting antara lain praktik pengasuhan yang kurang baik, masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan) Post Natal Care dan pembelajaran dininyang berkualitas), masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi," urainya.
