- oleh baznas
- 28 Agustus 2023 08:58:27
- 469 views
Warga Jangkaran Kapanewon Temon yang positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri (isoman) mendapatkan bantuan dari Baznas Kulonprogo dalam program "Kulonprogo Peduli". Bantuan berupa uang sebesar Rp 10 juta dan 2 pak masker diserahkan Wakil Bupati (Wabup) Fajar Gegana serta Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid, Kamis (18/02/2021) dan diterima Lurah Jangkaran Murtakil Humam dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalurahan Fajar Pudiarna, di aula kalurahan setempat.
Wabup Fajar Gegana yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten menuturkan bahwa Klaster Tahlilan ini sempat berkembang seolah ada jamaah di masjid di Jangkaran sehingga dinilai klaster pengajian. Namun sebenarnya pertambahan itu adalah bergulir, ada tahlilan tidak hanya dalam satu titik saja tetapi berselang waktu. Sehingga ketika ditemukan, ternyata tracing melebar dan hingga sekarang.
"Semoga ini menjadi tracing terakhir karena klaster tahlilan ini sudah menjadi klaster terbesar di Kulonprogo," ucap Fajar Gegana sambil mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan jangan melupakan protokol kesehatan (prokes) serta berharap kegiatan di masyarakat jangan kontak fisik dulu, tetap jaga jarak. Seperti salaman memang baik, tapi bersalaman ini sangat potensi menularkan Covid-19, jadi jangan salaman.
Disampaikan Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid, bantuan Baznas merupakan program Baznas dari Kulonprogo Peduli. "Kami serahkan bantuan kepada kalurahan atau gugus tugas kalurahan agar bisa membantu masyarakat di Jangkaran yang saat ini sedang isolasi mandiri di rumah masing-masing " ujarnya.
Sedang Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalurahan Jangkaran Fajar Pudiarna menuturkan, khusus dari klaster tahlilan ini total ada 69 kasus positif, 6 diantara menjalani perawatan di rumah sakit dan 63 orang isoman.
Terhadap banyaknya warga yang terpapar Covid-19, Fajar Pudiarna menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Kapanewon Temon untuk mendirikan Posko Aman Covid-19 Tingkat Kalurahan, menyediakan bantuan pangan bagi warga yang menjalani isolasi, melakukan pemetaan terkait zonasi dengan berbasis RT, serta membantu dan mendampingi tenaga kesehatan dalam melaksanakan tracing. "Kami juga membatasi kegiatan sosial masyarakat seperti takziah dengan membatasi jumlah kursi. Dan untuk sementara waktu warga diimbau untuk tidak menenguk orang sakit, melakukan pembatasan kegiatan hajatan, dan sosial lainnya," tandasnya.
