- oleh baznas
- 28 Agustus 2023 08:58:27
- 1399 views
Baznas Kabupaten Kulonprogo mendukung Maklumat Bersama terkait pencegahan penyebaran covid-19 yang ditandatangani Pemkab/Bupati, Kantor Kemenag, PCNU, dan PDMuhammadiyah. Sebagai upayanya Baznas mendanai sepenuhnya kegiatan sosialisasi Maklumat Bersama tersebut yang diselenggarakan 4 hingga 7 Mei yang diikuti 1.096 masjid di 12 kapanewon, dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Narasumber dari Pemkab, Kantor Kemenag, PCNU, PDMuhammadiyah, dan Dinas Kesehatan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulonprogo yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) H Jumanto SH Takmir masjid/musala diminta menaati Maklumat Bersama pada masa Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19. Sebab di dalam isi Maklumat Bersama menyebutkan bahwa, takmir masjid/musala ikut bertanggung jawab atas keselamatan jemaah dari kemungkinan tertular Covid-19.
Dikatakan Jumanto, kenapa saat ini disasar masjid, sebab masjid tempat berkerumunnya banyak jemaah, banyak yang salat entah asalnya dari mana, apakah membawa virus atau tidak. Apalagi bulan Ramadan kesempatan banyak yang ingin salat berjamaah. "Kita sudah selesai menyampaikan maklumat dan perintah, kalau pada kenyataan nanti masjid/musala tidak taat itu kita kembalikan kepada takmir masjid masing-masing, bagaimana takmir bertangung jawab terkait keamanan dan kesehatan jemaahnya," tandas Jumanto.
Ditegaskan dr Ananta Kogam DK MKes Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, bahwa pada masa pandemi ini, takmir masjid agar mensikapinya dengan benar. Karena dengan protokol kesehatanpun tidak menjamin bahwa kita terbebas dari Covid-19. Ada sesuatu di luar dugaan kita, sebab ini bisa dari orang pembawa atau pendatang yang orang tersebut tanpa gejala. "Dimohon mensikapinya dengan bijaksana dan positif. Sesuai Maklumat Bersama, yaitu sesuai peribadatan umat Islam," ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag H Ahmad Fauzi SH menambahkan, Maklumat Bersama, fokus pada jemaah masjid/musala karena ini pada bulan Ramadan yang bagi masyarakat muslim tentu menjadi bulan mulia, ladang untuk menanam amal ibadah sebanyak-banyaknya dan biasa dilakukan di masjid/musala. "Sehingga fokus kita di sana. Selain itu, umat Buddha-pun juga ada edaran terkait Hari Waisak dalam masa pandemi ini. Umat Katholik dan Kristen kemarin ketika Paskah sudah pula dilakukan perlakuan untuk beribadah di rumah di masa wabah Covid-19 ini," pungkasnya.
