Capaian Kualitas dan Kuantitas Meningkat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-DIY dalam empat bulan pertama (Januari hingga April) tahun 2019 capaian kuantitas dan kualitas terjadi peningkatan. Dari sisi penghimpunan mencapai Rp 14,67 miliar, dan ditasyarufkan (disalurkan) pada bulan Januari-April sebesar Rp 12,8 milliar.

Sedangkan dalam bulan Ramadan 1440 H, selama sebulan penghimpunan mencapai Rp 7,6 M dan ditasyarufkan Rp 8,1 M, lebih besar karena ada dana di luar Ramadan. Indek Zakat Nasional (IZN) DIY telah mencapai 0,63 setara dengan nilai baik. Artinya, kinerja kita sudah terapresiasi. Ke depan, nilai Indek Zakat Nasional DIY lebih tinggi lagi.

Dikatakan Ketua Baznas DIY Dr H Bambang Sutiyoso SH MHum dalam rapat koordinasi (Rakorda) dan Syawalan di Kulonprogo, Senin (24/06/2019), selain kuantitas, capaian kualitas juga meningkat. Hal ini bisa dilihat dari akrediatasi, baik akreditasi lembaga dengan nilai relatif baik, ada yang A dan B. Kemudian audit syariah dan akuntan publik sudah dilakukan, tetapi juga ada yang belum.Tetapi kita mendorong untuk semua dilakukan audit.

"Selanjutnya, sertifikasi. Untuk pimpinan seluruh Baznas DIY seluruhnya tersertifikasi tahun 2019 baru 17 pimpinan. Diharapkan tahun 2019 ini seluruh pimpinan sudah tersertifikasi. Sehingga tahun 2020, seluruh pelaksana bisa tersertifikasi,"

katanya. Pencapaian di bulan Ramadan meningkat, menurut Bambang, karena ada ikhtiar, perluasan kreativitas yang dilakukan, di samping Baznas yang menghimpun dana zakat fitrah. Baznas Gunungkidul mencapai rekor sampai Rp 2,9 M dan kemudian ditasyarufkan hingga Rp 3 M. "Untuk Zakat Fitrah ini Baznas harus ada kehati-hatian, karena auditnya harus jelas siapa mustahik dan muzakinya. Selain itu, pencatatannya harus pula jelas, tidak sekedar laporan lisan," kata Bambang sambil menambahkan agenda lainnya yang dibahas dalam rakorda adalah persiapan Hari Idul Kurban terkait pengelolaan dan pentasyarufannya.