- oleh baznas
- 28 Agustus 2023 08:58:27
- 939 views
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY menggelar bimbingan teknis (bimtek) penyusun Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) bagi unsur pimpinan Baznas dan staf se-DIY, di aula Kanwil Kemenag DIY, Rabu (25/10/2017). Bimtek yang dibuka Misbahrudin dari Kanwil Kemenag DIY, menampilkan narasumber Ketua Baznas DIY Dr H Bambang Sutiyoso SH MHum, Wakil Ketua 3 Baznas DIY H Nursya’bani Purnama SE MSi, serta Dr Kumalahadi Akt.
Misbahrudin dari Kanwil Kemenag DIY berharap DIY bisa menjadi barometer dalam pengumpulan ZIS, sehingga bisa menjadi rujukan. "Yang perlu dicermati adalah konteks pentasyarufan spiritualitas sangat kurang, kemiskinan moral. Karena itu dalam RKAT 2018 porsi untuk konsen lebih banyak terhadap spiritual perlu ditingkatkan," tandasnya.
Ketua Baznas DIY Bambang Sutiyoso mengungkapkan bahwa RKAT harus jelas dan transparan, bagaimana mencover mulai dari perencanaan, penghimpunan, dan pentasyarufan. "Penyusunan kebijakan Pusat untuk program Kabupaten Makmur harus mendapatkan 45 persen, masalah pendidikan bisa mencapai 25 persen terutama dikemas dalam beasiswa. Namun tahun 2018 beasiswa bagi perguruan tinggi diambil alih Pusat. Sedangkan provinsi maupun kabupaten/kota menangani besiswa SD-SMA, ini untuk memutus mata rantai kemiskinan yang dimulai dari pendidikan," kata Bambang.
Sementara Wakil Ketua III Baznas DIY Nursya’bani Purnama menyatakan, RKAT 2018 memuat program kerja dan anggaran kegiatan Baznas periode 1 Januari hingga Desember 2018. Nursya’bani juga menjelaskan mulai dari besaran perolehan dari ZIS dan alokasi pentasyarufan program. "Prosentase untuk 5 program mulai dari cerdas, makmur, taqwa, peduli, sehat tidak kaku, namun memang sebaiknya meningkatkan untuk program kemakmuran," ujarnya.
